Konsumen pedagang pakaian di Lhokseumawe menurun akibat adanya online shop

Lhokseumawe (ANTARA) –

Pendapatan pedagang pakaian di Jln. Gudang Kota Lhokseumawe terjun bebas, karena maraknya online shop yang berkembang pesat membuat jumlah konsumen menurun.

Hal tersebut terjadi karena semakin canggihnya teknologi saat ini, maka masyarakat lebih dominan belanja secara online dibandingkan offline atau datang langsung.

 

Salah seorang penjual, Muammar mengatakan maraknya online shop menjadi perubahan terkait pendapatan dari per hari Rp5 juta menurun hingga Rp1 juta. Padahal, sebelumnya mereka bisa menghasilkan Rp20 juta, sedangkan kini hanya Rp15 juta.

 

“Di online shop barangnya kadang lebih murah walau bahan bajunya sama, jadi banyak yang beli secara online,” ucap Muammar, Selasa (24/10).

 

Menyambut hari Lebaran, pendapatan mereka naik drastis dalam sebulan bisa mencapai Rp50 juta dibandingkan hari biasa hanya Rp20 juta. Ia juga mengatakan bahwa sudah berjualan selama 2 tahun dan sering mengeluarkan pakaian wanita berjenis blouse dan gamis. 

 

Toko milik Maulana menjual pakaian dengan harga paling murah Rp200.000 dan paling mahal Rp400.000. Ia juga menjelaskan terkait harga sewa toko pertahun  mencapai Rp45 juta, mereka melunasi setiap tahunnya dari hasil dagangan.

 

Salah seorang penjual lainnya, Riska mengatakan bahwa pembeli juga sudah menurun akibat canggihnya teknologi saat ini, masyarakat lebih dominan membeli barang secara online.

 

“Sekarang emang banyak yang membeli di online shop, karena mereka ingin yang lebih praktis tanpa harus ke toko,” kata Riska.

 

Salah seorang pembeli, Faradila mengatakan masih sering membeli di offline store, walaupun sekarang masyarakat lebih dominan pada online shop.

 

“Kalau di online shop tidak sering beli, tetap beli di toko langsung karena untuk keperluan jualan juga, dan bisa langsung lihat bahannya,” ucap Faradila.

Penulis: Syarifah Raiqah Salsabila, mahasiswa Malikussaleh

Baca juga: AcehGround Akuisisi Domain GTNews.com

By yowuj